Membaca judul di atas saat dalam suasana peringatan hari kembangkitan nasional, mengingatkan kepada tokoh-tokoh heroisme dalam revolusi sejarah Indonesia. Ataupun bagi pejuang kemanusiaan di Papua seperti Arnold. C. Ap, Theys Eluay.
Sejarah masa lalu itu menguak, menggugat pemuda negeri ini, menentukan arah kemerdekaan bangsa, disaat atmosfer kemiskinan, penyakit korupsi meraja dan kepentingan golongan agam memperjuangkan UU Pornografi, Syariah dan dengan kedok menyelamatkan negara, tetapi bisa jadi sebaliknya merong-rong negara berasas Pancasila ini tidak menentu akan dibawah kemana?
Di tepian sudut lain, judul ini agak jadi bombastis, hiperbolah sehingga niscaya saat sekarang membahas revolusi ataupun revolusioner menjadi suram, kabur dan bahkan buruk. Sudah diberi setriotip penghancuran dan pengrusakan. Bahkan juga sampai ada yang takut dengan kata itu. Ada juga yang sampai mengatakan sudah tidak relevan lagi dibahas di Indonesia. Meskipun kebijakan di negara ini berpihak pada industriawan kapitalis; masyarakat tergusur, tanah masyarakat disita, kekayaan alam air, emas menjadi milik negara luar. Reformasi yang bergulis 1998 sepertinya tidak memiliki gigi lagi. Lalua bagaiman bagi masyarakat di Papua yang mungkin sedikit awam dengan kata itu? Apakah revolusi masi konteks untuk dibahas? Kalau masih apa yang orang Papua harus siapkan? Saya yakin, bukan materi yang harus kita siapkan tetapi HATI YANG TULUS UNTUK MEMPERJUANGKAN KEBENARAN! ini menurut saya, kita bisa beda to...
Jiwa Revolusioner
Revolusi atau perubahan dalam waktu yang cepat atas nama rakyat tertindas menjatukan penguasa dan mengganti sistem ketatanegaraan sebagai sumber ketertindasan dan kemelaratan rakyat oleh pemerintah papitalis ataupun diktator dan kolonialisme. Para pemimpin revolusilah yang biasa disebut revolusioner. Dalam arti lebih luas sebagai sebuah istilah atau kontruksi kata ini menunjuk orang yang bertindak melakukan perubaha terhadap keadan yang tidak diterimah.
Revolusioner mirip pejuang, tetapi pejuang saja tidak cukup sangat umum, bisa murtat, menghianati sahabat-sahabatnya. Pejuang layak ditambah sejatinya menjadi perjuang sejati. Pejuaang sejati yang tidak pernah menyerah atas idealisme yang dicita-citakan. Bahkan sampai mati sekalipun ditembak, dipasung dalam penjarah ataupun dieksekusi di depan umum. Itulah seorang revolusioner. Kalau ada penilain berbeda, dipermonggo supaya berdemokrasi to...
Kehadirannya seorang revolusioner dimata penguasa dan kakitangannya dipandang sebagai musuh. Mereka dianggap penghasut, propokator, penyemprot gas beracun kepada masyarkat. Ekstrimya mereka disamakan dengan penjahat yang mesti dieksekusi. Pandangan negatif itu membuktikan ketakutan penguasa, pemilik modal dan kakitangannya kepada seorang revolusioner.
Sosok ini selalu siap berjuang menyadarkan rakyat yang melarat, bawa sistem yang membodohi rakyat adalah musuh rakyat. Memberikan penyadaran, bahwa rakyat tidak layal menerimah pemerintah otoriteritarian yang seolah-olah semua baik, aman, tentram damai menerima status mereka yang miskin, menderita melarat, terlunta-lunta di negeri sendiri sebagai nasib atau kutukan Tuhan.
Ia adalah jiwa yang telah membebaskan diri lebih dahulu dari pikiran kerdil penguasa penjajah untuk memina bobokan dengan iming-iming uang, jabatan, suku, agama. Dia tidak mudah dibeli oleh semua itu. Jiwanya selalu besar, tidak tunduk menyembah pada hal duniawi yang dapat menyesatkan pikiran dan jiwanya menajadi tandus, kerdil, kering dan mati sudah!
Aktivitasnya menarik dan mendatangkan simpati rakyat. Perbuatanya radikal, siap diikuti, dan mengajak rakyat mandiri tidak bergantun pada penguasa yang berupaya menanamkan pikiran kerdil membunuh kemanusian.
Jiwanya yang sejati relah menaru diri pada perjuang kemerdekaan, kebebasan, cintah kasih. Atas dasar ini, seorang revolusioner membangkitkan kesadaran, perlawanan kepada mereka yang bermata dua, pura-pura cinta damai, namun sesungguhnya tidak tulus cintai kemerdekaan, kebebasan, cinta kasih. Tidak pernah dia mengatasnamakan agama, negara dan jabatan. Perjuangannya atas nama kemanusiana.
Pribadi pemberani ini cerdas megerti rantai ketertindasan yang mempertahankan sistem ketidak adil. Karismanya akan membuat masyarakat semakin gelisah, tidak akan tinggal diam dan tidak takut kepada penguasa tangan besi.
Ia adalah seorang motivator yang dapat membangkitkan semangat dan kekuatan masyarakat. Membuat rakyatnya siap dan relah meluapkan keberanian menghadapi panser, tank, militer, pesawat tempur dan militernya. Masyarakat akan melawan, menuntut kebebasan kemerdekaan, perdamaian dan memperjuangkan cintah kasih.
Pribadi ini dikagumi dan tidak takut pada banyaknya tangk, tidak takut pada meriam, pada bedil muliter dan sama sekali tidak takut pada pengucilan, pengusiran, kemunafikan hukum, bahkan tidak takuta pada kematian. Dia pertarukan hidup untuk suatu perubahan menuju kemerdekaan, kedamaian, dan cinta kasih.
Berbalik dari itu, seorang revolusioner takut bila tidak memperjuangnkan kebenaran, keadilan, kejujuran, kemerdekaan, perdamaian dan cintah kasih demi kemanusiaan. Artinya orang ini jiwanya hanya takut kepada kebenaran Tuhan Allah yang mencintai kemanusiaan.
Pribadi seperti ini tidak penyembah agama dan negara yang melakuka tindakan kebiadapan membunuh banyak orang mengatasnamakan negara, kekuasaan dan demi agama Allah. Menurut jiwa seorang revolusioner, Allah tidak bernegara, tidak beragama. Allah hanya berkemanusiaan!
Yesus Revolusiner Sejati?
Pantaskah putra Yusuf tukang kayu dan Maria, yaitu Yesus dari Nazaret sebagi sosok revolusioner? Pertanyaan itu agaknya memicu kontrevesial dari jejeran buku mengenai Yesus, seperti Davici Code terjemahan bahasa Indonesia.
Duduk persolan apakah Yesus yang merubah dunia melalui ajarah cintah dan kasih layak disebut revolusioner? Menurut beberapa pandangan, Yesus tidak pernah berjuangan melakukan revolusi kemerdekaan mengakat nasip rakyatnya yang tertindas di zamannya.
Tetapi dalam kata-kata, ucapan dan perbuatanya namapak ada upaya menentang Romawi, Imam_imam Ahli Taurat dan terutama orang picik hatinya. Namun, nampaknya perjuagnanya dilakukan dengan cintah kasih menentang akar ketertindasan.
Ada tiga akar keterpenjajahan saat Yesus hidup. Pertama kerajana imperium Romawi yang sedang menjajah. Ketika itu masyarakat menderita, pajak sangat tinggi, masyarakat miskin dan melarat, di negerinya sendiri. Penderitana Kedua, Imam-Imam kepala pada saat menjadikan taurat Musa untuk menghukum penduduk setempat. Ketiga, yang paling ditentang adalah kepicikan hati manusia yang percaya politeisme (banyak dewa) dan tidak percaya pada Tuhan.
Sebagai pribadi yang ditentang sekaligus diterima, guru cinta kasih itu tampil di antara ketiga akar keterjajahan saat, namun tidak pernah DIA menempatkan Romawi maupun Imam-Imam Taurat sebagai lawan. Cintah kasih yang dinyatakan lewat tutur kata, perbuatan yang tulus dan muzisat memukau dan telah menarik simpati banyak orang. Janda-janda miskin, penderita cacat dan sebagainya menerima dan mengatakan Yesus sebagai Mesias atau penyelamat.
SANG pembawa kabar gembira bagi semua orang itu, ternyata bagi para-ahli Taurat Musa, Kerajaan Romawi, dan orang picik adalah pribadi yang mengacam kejayaan dan kekuasaan. Meskipun dalam kesetiaannya melayani DIA tidak pernah memilih-milih.
Pelayan setia itu, melayani semua orang dan menjadi teman semua orang tanpa membedakan bangsawan dan rakyat jelata. Kerajaan Romawi dan Imam-Imam Taurat, memberikan gelar di sebaai “Raja Orang Yahudi” itu sebagai penghasut atau provokator, dan bahkan penentang.
Anak tukang Kayu, Yusif itu dipandang musuh, karena ucapannya, dinilai tampak sedang melawanan Romawi dan Alih Taurat serta pribadi manusia yang congkak. Mencermati tutur katanya, Yesus seperti mengajak membangkang terhadap kerajaan Romawidan Imam Taurat.
DIA datang untuk menyelamatkan orang picik. Secara terang-terangan menentang mengajak orang picik untuk bertobat. Meskipun dituduh menentang Romawi dan ajaran tradisi Taurat Musa yang diterapkan sangat kaku oleh Imam-imam kepala. Misalnya menurut turat Musa Orang dilarang bekerja di hari sabat, Yesus malah melakukan mujizat penyembuhan di hari sabat. Melempari orang berzina, Yesus mengatakan siapa yang tidak pernah melakukan dosa boleh melempar dll bisa tambakan sendiri.
Ketika pengikutnya makin banyak, Romawi dan Imam-Imam Taurat semakin ketakutan. Meski tidak ada kesalahan Yesus ditangkap, dengan alasan mengujat pemerintahan dan Imam-imam Taurat. Pribadi yang setia pada kebenaran Allah itu diperlakukan sebagai seorang penjahat. Ini bukti, bahwa penguasa, para alih Taurat, dan orang picik sangat takut terhadap cinta kasih dan kebenaran akan ALLah.
Pribadi yang suka menghibur dan cinta damai, dalam memperjuangan keberanan ILLHI tidak dilakukannya tanpa ada kekerasan, tidak menghendaki pentumpahan dara apa lagi melukai orang lain pun DIA tidak relah.
PRIBADI yang bertentangan dengan para perjuangan revolus denga menghalalkan segalah cara, seperti ayah dari Yudas Iskariot adalah seorang yang mengakat senjata menentang Roamwi dan dia pun mati disalipkan sebagai penjahat.
Sebagai seorang pejuang sejati, PRIBADI yang tabah itu telah memperjuangkan tujuan ILLAHI. Yesus menunjukan keberanianya relah memikul salip tanda penghianata Imam-imam tahuara dan Romawi. PENEYELAMAT jiwa diperlakukan seperti seorang penjahat, mati dipaku dan ditombak di kayu salib.
Dialah seorang revolusioner sejati. Meskipun tidak menumbangkan kerajaan Romawi, tetapi ajaran cinta kasih meradikal dan merubah dunia. Ajarannya meluas, sampai saat ini Yesus dikenang sebagai palawan cinta kasih yang berani merubah dunia.
Reovolusioner sejati ini memberikan harapan dan menjajikan sebuah kehidupan yang lebih tentram dan damai bila mengedepankan cinta kasih dan kebenaran. Sampai saat ini masih tersuarakan, dan akan menjadi abadi dalam sejarah hidup manusia. DIA akan dikenang sepangjang masa.
DIA Petunjuk Jalan
Yesus menujukan suatu jalan menuju revolusi, bahwa revolusi akan terjadi bilah manusia meninggalkan kepicikan bertobat kepada Allah dan melawan anti kemanusiaan dengan rendah hati tanpa kekerasan dengan cinta kasih. Ajaran itu mengispirasi Mahatma Gandhi.
Menurut Stananley Wolpert, dalam karyanya Berjusul Mahatma Gandhi Sang Penakluk Kekerasan Hidup dan Ajarannya, sedikit menguraikan sosok Yesus yang dikagumi Gandhi. Gerakan yang di pimpin Gandhi mengutamakan Ahimasa (menyamakan dengan tanpa Kekerasan), atau dia lebih suka mendefinisikannya sebagai “cinta” dengan Tuhan. Dia juga yakin bahwa “kebenaran (satya) adalah Tuhan,” dan mencurakan hidupnya untuk pencarian passionate.
Passionate Gandhi meliputi tapas yang mengajarkan untuk melupakan ketakutan. Dengan melakukan perjuangan tanpa kekerasan, Mahatma Gandi memimpin rakyat India untuk bebas dari penjajah Inggris. Selain itu, kita kenal Marten Luter Pendeta pemimpin perjuangan tanpa kekerasan menentang rasis di Amerika. Ada Uskup Romero, Bunda Teresia dari Calkuta, sebelum kematinanya telah melakukan karya besar untuk orang miskin, serta Romo Mangun Wijaya dengan karyanya dan sebaganya.
DIA Pangil Nama Saya
Dengar DIA memangil nama saya, juga DIA memangil namamu. Bergiranglah setiap manusia yang Dipanggil oleh NYA. DIA memanggil semua orang, tanpa kenal bangsa, suku, golongan, agama.
Terutama, bergiranglah orang Kristen yang hidup menurut ajaran Kristus guru cinta kasih dan berpegang pada Alkitap sebagai dasar Iman kepada Allah untuk melanjutkan karya penyelamatan yang diwariskan Yesus.
Ingat, kata DIA, JANGAN TAKUT, AKU MENYERTAIMU. DIA menjadi spirit kita mewartakan cinta kasih, memperjuangkan, kemerdekan, kebenaran, dan kemanusiaan. Meskipun tidak mesti seektrim Yesus dan mereka yang disebutkan di atas. Kita terpanggil menajadi penabur benih kebenaran, cinta kasih dan kemanusiaan di dalam keluarga, di dalam menjalankan tugas profesi dan di dalam hidup bertetangga disekitar kita. Amin. (Longgi/Yogya, Bulan Sepuluh, Hari Dua puluh tiga, 2008)
Tampilkan postingan dengan label Revolusioner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Revolusioner. Tampilkan semua postingan
Januari 15, 2009
November 24, 2008
Revolusi Cuba
Revolusi Cuba lebih memiliki kesadaran untuk melakukan perjuangan melawan penindasan perempuan bahkan sejak awal revolusi Rusia
Setelah memenangkan revolusi sosialis, Cuba mulai memperbaiki sistem pelayanan pendidikan dan kesehatan dan membuka lapangan kerja seluasnya. Federasi perempuan Kuba didirikan sehingga kesetaraan perempuan bukan sekedar slogan namun terstruktur dimana perempuan dapat mengorganisir perjuangan untuk kesetaraan. Perjuangan untuk melawan sikap sexist telah menghasilkan undang-undang yang mengatur laki-laki untuk ikut mengambil separo kerja-kerja domestik
Saat ini kaum perempuan Kuba telah menduduki berbagai posisi di bidang ekonomi, 54% dari pekerjaan tehnis dipegang oleh perempuan. Kaum perempuan juga mendominasi dunia pendidikan dan medis dari posisi terendah hingga posisi atas. Dan hal ini didapat dengan melakukan kompetisi dengan laki-laki. Ratusan pusat penitipan anak didirikan
Kaum perempuan memegang peranan dalam mendapatkan bantuan internasional bagi Kuba, baik yang bersifat kemanusiaan hingga militer. Semakin bertambah jumlah perempuan yang menduduki posisi publik di pemerintahan dan diplomasi
Kaum perempuan mengalami kemajuan di negara kepulauan yang berjarak hanya 140 Km dari Amerika. Kuba adalah negara miskin, hal ini lebih banyak karena selama lebih dari 30 tahun mengalami blokade ekonomi oleh Amerika sehingga Kuba tergantung pada Uni Sovyet dan Eropa Timur untuk mendapat bahan bakar dan mesin. Agresi Amerika terus berlanjut dengan berdirinya pangkalan militer Amerika di Teluk Guantanamo
Setelah kejatuhan blok Sovyet, Kuba mengalami krisis ekonomi. Kuba kehilangan akses terhadap negara yang menjadi partnerdagang dan lebih menderita akibat blokade ekonomi yang melarang tiap negara untukmelakukan perdagangan dengan Kuba. Namun kesulitan ekonomi ditanggung bersama oleh rakyat Kuba dan program penyetaraan perempuan terus berjalan
Diluar masalah ini, Kuba telah menjadi contoh bagi rakyat dunia ketiga dan kaum miskin di Amerika latin selama lebih dari 30 tahun
Pengalaman Sandinista di Nicaragua
Revolusi Sandinista di Nicaragua belajar dari revolusi Kuba dan pengaruh dari gelombang kedua perjuangan pembebasan perempuan di seluruh dunia. Perempuan Nicaragua tergabung dalam organisasi perempuan AMPRONAC yang turut memobilisir perempuan dalam perjuangan revolusioner untuk menggulingkan kediktatoran Somoza
Di tahun 1979 setelah berhasil menggulingkan kediktatoran Somoza yang didukung oleh Amerika, AMPRONAC mengubah nama menjadi AMNLAE yang memiliki 2 tujuan-berjuang untuk mempertahankan revolusi dan memperjuangkan pembebasan perempuan dalam revolusi-
Di tahun 1977 hanya 29% kaum perempuan yang bekerja. Di akhir tahun 80-an, 37% dari pekerja industri adalah perempuan, 35% dari pekerja pertanian dan 44% dari gerakan koperasi. Kaum perempuan juga mulai masuk di dinas kemiliteran. 80% dari penjaga malam revolusioner dan 70% brigade pertahanan sipil adalah perempuan. Kaum perempuan menduduki 31% dari kepemimpinan di pemerintahan Sandinista. Mereka juga mendapat training tehnik dan pendidikan lanjutan ketiga. Pusat penitipan anak mulai dibangun di pedesaan dan kota
Meningkatnya partisipasi perempuan dalam politik dan kehidupan produksi di Nicaragua juga dipacu oleh perjuangan melawan Amerika setelah perang usai. Tetapi dalam periode ini kemajuan yang dicapai bukan hanya secara ekonomi namun juga perubahan dalam perlakuan terhadap perempuan. Kesetaraan sipil mulai dijalankan, penggunaan tubuh perempuan dalam iklan dilarang, hukum perceraian diamandemen sehingga perceraian dapat dilakukan secara sepihak, dan hukum yang menjamin agar kedua orangtua turut bertangungjawab atas penyediaan pangan, medis, rumah untuk anak-anak baik dari maupun diluar perkawinan
Terdapat sebuah periode di pertengahan 80-an selama perang dimana tuntutan perempuan diabaikan, namun dalam 2 tahun keadaan berbalik seiring dengan meningkatnya peran AMNLAE. Kaum perempuan memasuki dewan konstitusi dimana terdapat diskusi mengenai konstitusi baru. Kaum perempuan mulai mengorganisir serikat buruh dan organisasi massa lainnya. Aktifitas ini untuk menghancurkan penghalang atas meningkatnya partisipasi perempuan
Hal ini menimbulkan kontradiksi antara ‘lingkungan pribadi’-keluarga berencana, aborsi, kekerasan domestik, kekerasan sexual di tempat kerja, perlawanan terhadap machismo- dengan lingkungan publik untuk pertama kalinya dalam sejarah Nicaragua. Tuntutan ini kemudian disahkan dengan diratifikasinya konstitusi baru. Pusat biro hukum khusus didirikan untuk memastikan bahwa hukum-hukum ini dijalankan. Biro hukum ini membantu kaum perempuan dalam mengatasi problem mendesak, memberi pendidikan mengenai hak-hak mereka dan menyediakan konseling. Mereka juga mengkampanyekan kekerasan terhadap perempuan. Hal yang sama juga terjadi didalam serikat buruh untuk perbaikan kondisi perempuan, bahkan pendidikan sex dan keluarga berencana di tempat kerja
Dalam pemilu 1990 di Nicaragua, Dewan Nasional berencana untuk merancang hukum tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak serta menghapus undang-undang yang menganggap aborsi sebagai tindakan kriminal. Sejak FSLN kalah dalam pemilu, AMNLAE harus berjuang untuk mempertahankan keberhasilan yang telah dicapai perempuan karena pemerintahan Presiden Violetta Chamorro yang didukung Amerika telah bertekad untuk mengembalikan posisi perempuan ke rumah dibawah slogan Patria Potestad-‘hak suami’ untuk ‘mengontrol’ keluarganya. Dimulailah pemecatan terhadap pekerja perempuan. Di tahun 1992 pemerintahan Chamorro mengadopsi hukum anti-homoseksual yang paling represif di Amerika latin
Berbagai diskusi dan evaluasi digelar yang membahas tentang peran AMNLAE, hubungannya dengan FSLN dan cara untuk membuktikan peran organisasi perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya. Keberhasilan yang dicapai oleh kaum perempuan Nicaragua selama periode 10 tahun pada pemerintahan revolusioner dibawah kepemimpinan FSLN telah menjadi contoh bagi kaum perempuan di negara-negara belum berkembang lainnya.
Di beberapa negara seperti Filipina, Palestina dan Indonesia, kaum perempuan mengorganisir diri dengan mengambil contoh pengalaman di Nicaragua. Organisasi perempuan bergabung dengan mobilisasi kelas tertindas lainnya
Pengalaman Nicaragua sebagai’revolusi dalam revolusi’ semakin menjadi contoh bagi menyatunya perjuangan perempuan dengan kelas tertindas lainnya. Maksud dan tujuan dari tahun-tahun awal revolusi Rusia semakin diyakini sebagai langkah maju meskipun bentuk-bentuk organisasi sudah berkembang sejak saat itu
Setelah memenangkan revolusi sosialis, Cuba mulai memperbaiki sistem pelayanan pendidikan dan kesehatan dan membuka lapangan kerja seluasnya. Federasi perempuan Kuba didirikan sehingga kesetaraan perempuan bukan sekedar slogan namun terstruktur dimana perempuan dapat mengorganisir perjuangan untuk kesetaraan. Perjuangan untuk melawan sikap sexist telah menghasilkan undang-undang yang mengatur laki-laki untuk ikut mengambil separo kerja-kerja domestik
Saat ini kaum perempuan Kuba telah menduduki berbagai posisi di bidang ekonomi, 54% dari pekerjaan tehnis dipegang oleh perempuan. Kaum perempuan juga mendominasi dunia pendidikan dan medis dari posisi terendah hingga posisi atas. Dan hal ini didapat dengan melakukan kompetisi dengan laki-laki. Ratusan pusat penitipan anak didirikan
Kaum perempuan memegang peranan dalam mendapatkan bantuan internasional bagi Kuba, baik yang bersifat kemanusiaan hingga militer. Semakin bertambah jumlah perempuan yang menduduki posisi publik di pemerintahan dan diplomasi
Kaum perempuan mengalami kemajuan di negara kepulauan yang berjarak hanya 140 Km dari Amerika. Kuba adalah negara miskin, hal ini lebih banyak karena selama lebih dari 30 tahun mengalami blokade ekonomi oleh Amerika sehingga Kuba tergantung pada Uni Sovyet dan Eropa Timur untuk mendapat bahan bakar dan mesin. Agresi Amerika terus berlanjut dengan berdirinya pangkalan militer Amerika di Teluk Guantanamo
Setelah kejatuhan blok Sovyet, Kuba mengalami krisis ekonomi. Kuba kehilangan akses terhadap negara yang menjadi partnerdagang dan lebih menderita akibat blokade ekonomi yang melarang tiap negara untukmelakukan perdagangan dengan Kuba. Namun kesulitan ekonomi ditanggung bersama oleh rakyat Kuba dan program penyetaraan perempuan terus berjalan
Diluar masalah ini, Kuba telah menjadi contoh bagi rakyat dunia ketiga dan kaum miskin di Amerika latin selama lebih dari 30 tahun
Pengalaman Sandinista di Nicaragua
Revolusi Sandinista di Nicaragua belajar dari revolusi Kuba dan pengaruh dari gelombang kedua perjuangan pembebasan perempuan di seluruh dunia. Perempuan Nicaragua tergabung dalam organisasi perempuan AMPRONAC yang turut memobilisir perempuan dalam perjuangan revolusioner untuk menggulingkan kediktatoran Somoza
Di tahun 1979 setelah berhasil menggulingkan kediktatoran Somoza yang didukung oleh Amerika, AMPRONAC mengubah nama menjadi AMNLAE yang memiliki 2 tujuan-berjuang untuk mempertahankan revolusi dan memperjuangkan pembebasan perempuan dalam revolusi-
Di tahun 1977 hanya 29% kaum perempuan yang bekerja. Di akhir tahun 80-an, 37% dari pekerja industri adalah perempuan, 35% dari pekerja pertanian dan 44% dari gerakan koperasi. Kaum perempuan juga mulai masuk di dinas kemiliteran. 80% dari penjaga malam revolusioner dan 70% brigade pertahanan sipil adalah perempuan. Kaum perempuan menduduki 31% dari kepemimpinan di pemerintahan Sandinista. Mereka juga mendapat training tehnik dan pendidikan lanjutan ketiga. Pusat penitipan anak mulai dibangun di pedesaan dan kota
Meningkatnya partisipasi perempuan dalam politik dan kehidupan produksi di Nicaragua juga dipacu oleh perjuangan melawan Amerika setelah perang usai. Tetapi dalam periode ini kemajuan yang dicapai bukan hanya secara ekonomi namun juga perubahan dalam perlakuan terhadap perempuan. Kesetaraan sipil mulai dijalankan, penggunaan tubuh perempuan dalam iklan dilarang, hukum perceraian diamandemen sehingga perceraian dapat dilakukan secara sepihak, dan hukum yang menjamin agar kedua orangtua turut bertangungjawab atas penyediaan pangan, medis, rumah untuk anak-anak baik dari maupun diluar perkawinan
Terdapat sebuah periode di pertengahan 80-an selama perang dimana tuntutan perempuan diabaikan, namun dalam 2 tahun keadaan berbalik seiring dengan meningkatnya peran AMNLAE. Kaum perempuan memasuki dewan konstitusi dimana terdapat diskusi mengenai konstitusi baru. Kaum perempuan mulai mengorganisir serikat buruh dan organisasi massa lainnya. Aktifitas ini untuk menghancurkan penghalang atas meningkatnya partisipasi perempuan
Hal ini menimbulkan kontradiksi antara ‘lingkungan pribadi’-keluarga berencana, aborsi, kekerasan domestik, kekerasan sexual di tempat kerja, perlawanan terhadap machismo- dengan lingkungan publik untuk pertama kalinya dalam sejarah Nicaragua. Tuntutan ini kemudian disahkan dengan diratifikasinya konstitusi baru. Pusat biro hukum khusus didirikan untuk memastikan bahwa hukum-hukum ini dijalankan. Biro hukum ini membantu kaum perempuan dalam mengatasi problem mendesak, memberi pendidikan mengenai hak-hak mereka dan menyediakan konseling. Mereka juga mengkampanyekan kekerasan terhadap perempuan. Hal yang sama juga terjadi didalam serikat buruh untuk perbaikan kondisi perempuan, bahkan pendidikan sex dan keluarga berencana di tempat kerja
Dalam pemilu 1990 di Nicaragua, Dewan Nasional berencana untuk merancang hukum tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak serta menghapus undang-undang yang menganggap aborsi sebagai tindakan kriminal. Sejak FSLN kalah dalam pemilu, AMNLAE harus berjuang untuk mempertahankan keberhasilan yang telah dicapai perempuan karena pemerintahan Presiden Violetta Chamorro yang didukung Amerika telah bertekad untuk mengembalikan posisi perempuan ke rumah dibawah slogan Patria Potestad-‘hak suami’ untuk ‘mengontrol’ keluarganya. Dimulailah pemecatan terhadap pekerja perempuan. Di tahun 1992 pemerintahan Chamorro mengadopsi hukum anti-homoseksual yang paling represif di Amerika latin
Berbagai diskusi dan evaluasi digelar yang membahas tentang peran AMNLAE, hubungannya dengan FSLN dan cara untuk membuktikan peran organisasi perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya. Keberhasilan yang dicapai oleh kaum perempuan Nicaragua selama periode 10 tahun pada pemerintahan revolusioner dibawah kepemimpinan FSLN telah menjadi contoh bagi kaum perempuan di negara-negara belum berkembang lainnya.
Di beberapa negara seperti Filipina, Palestina dan Indonesia, kaum perempuan mengorganisir diri dengan mengambil contoh pengalaman di Nicaragua. Organisasi perempuan bergabung dengan mobilisasi kelas tertindas lainnya
Pengalaman Nicaragua sebagai’revolusi dalam revolusi’ semakin menjadi contoh bagi menyatunya perjuangan perempuan dengan kelas tertindas lainnya. Maksud dan tujuan dari tahun-tahun awal revolusi Rusia semakin diyakini sebagai langkah maju meskipun bentuk-bentuk organisasi sudah berkembang sejak saat itu
Label:
Revolusioner
Agustus 13, 2008
AKU SEORANG REVOLUSIONER!
Aku Seorang Revolusioner!
Revolusioner berasal dari kata revolusi, yang berarti perubahan mendasar secara spontan, cepat, bersifat structural; dari sisi pengertian seperti ini maka makna yang dapat ditangkap dari kata revolusi adalah sebuah perubahan yang bersifat sporadic, cepat dan strategis. Dalam kurun waktu terdahulu, Nabi Muhammad SAW pernah melakukan revolusi yakni pada saat fathu Mekkah, penaklukan kota Mekkah, Perancis pada tahun yang berbeda mengalami revolusi atau perubahan secara dramatis dalam bidang sosio pembangunan dari agraria ke industri.
Dalam pengertian yang sederhana, revolusi selalu dihubungkan dengan waktu, semakin cepat perubahan yang dilakukan maka setidaknya itulah yang dipahami tentang revolusi. Dengan demikian, dalam perubahan dikenal dua istilah perubahan yang keduanya berkaitan dengan waktu, yaitu revolusi dan evolusi. Kedua istilah perubahan yang diperkenalkan ini memiliki limit waktu yang berbeda, yang pertama bergerak secara cepat sementara yang kedua bergerak lambat.
Hal yang ingin digarisbawahi dari kata revolusi atas seorang revolusioner adalah semangat menghargai waktu. Nah sekarang, coba tanyakan kepada semua orang tentang harga sebuah waktu. Tanyakan kepada pekerja harian pada sebuah perusahaan tentang makna sehari, tanyakan kepada penjaga rel kereta api, betapa bermaknanya satu jam bagi dirinya, tanyakan kepada mereka yang lolos dari sebuah kecelakaan yang merenggut banyak nyawa tentang betapa berharganya satu detik kehidupan mereka, atau tanyakan kepada seorang juara lari 100 m tentang berharganya waktu bagi mereka, seseorang yang mampu mengelola prestasi dalam hitungan detik, dalam hitungan waktu tertentu, maka tentulah mereka adalah seorang revolusioner sejati.
Lantas apa yang menyebabkan seseorang bisa berubah secara cepat ? misalnya dari sisi prilaku, yang tadinya nakal menjadi baik, sopan, dari yang sering menampakkan aurat jadi demikian santun menggunakan jilbab lebarnya, dari yang shalatnya di rumah kemudian berubah dan rajin sehingga shalat di masjid. Komitmen terhadap pilihan pilihan perubahannya. Sejarah Islam mengajarkan kepada kita tentang bagaimana seseorang itu berubah, dan kemudian bersikap istiqomah atau Bagaimana Bilal Bin Rabah yang masuk Islam dan kemudian bersikukuh mempertahankan ke Islamannya, atau Umar bin Khatab, ra yang masuk Islam dalam waktu yang sebentar hanya karena mendengar adiknya tengah membaca Al Qur’an, atau dalam kurun waktu yang berbeda juga terdapat orang orang yang terbilang sukses dalam melakukan perubahan diri secara signifikan. Di antara banyak pelajaran yang dapat diambil, di antaranya adalah sebagai berikut :
Pertama; Perubahan adalah sebuah pilihan. Jika kita sering mendengar istilah status qua, konservatif, stagnan, kolot; istilah ini tentunya tidak ada dalam kamus berpikir seorang revolusioner.Seorang revolusioner yang hendak melakukan perubahan pada dirinya, menyadari bahwa perubahan perubahan yang berlaku pada dirinya adalah sesuatu hal yang dinamis, terus bergerak ke berbagai sector kehidupan, sekalipun hal hal yang bersifat prinsip tidak dilanggarnya.
Perubahan bagi seorang revolusioner adalah bahwa hari ini harus selalu jauh lebih baik dari hari sebelumnya, di sini lah cirri cirri seorang revolusioner, di mana ia selalu dinamis dalam menghadapi setiap persoalan hidup, baginya perubahan adalah proses bukan sebuah tujuan. Dan semua ini adalah sebuah pilihan sadar, sebuah pilihan yang mengandung banyak resiko diskriminasi social, pemenjaraan bahkan kematian adalah resiko sebuah perubahan bagi dirinya.
Kedua; Perubahan adalah sebuah proses. Dalam catatan berpikir seorang revolusioner, perubahan yang dilakukannya adalah sebuah proses, proses menjadi sesuatu yang jauh lebih baik, tidak penting menjadi apa, namun selama kebaikan menjadi hasil dari proses yang dilakukan maka itu jauh dari cukup.
Seorang revolusioner memandang bahwa perubahan yang dilakukan bukanlah pekerjaan singkat, sehingga ia bersungguh sungguh dalam meng-upgrade diri, berinteraksi dengan aktivitas kebaikan, dan terus menerus melakukan perubahan.
Ketiga, Seorang revolusioner adalah pembelajar sejati. Pembelajar sejati adalah seseorang yang senantiasa berpikir dan berikhtiar dalam melakukan banyak agenda perubahan, baginya menuntut ilmu tidaklah sebatas kebutuhan formal untuk sekedar diakui oleh lingkungan social, Melainkan bahwa pembelajar sejati itu adalah mereka yang berhasil memformat diri secara terus menerus untuk melakukan sebuah proses perubahan. Pembelajar sejati tidaklah selalu dimaknai dengan banyaknya buku bacaan di rumah, melainkan seberapa besar interaksinya dengan ilmu pengetahuan, termasuk di dalamnya berinteraksi dengan buku.
Keempat, revolusioner adalah seorang yang paham akan potensinya. Diri seorang revolusioner terlepas dari sisi kemanusiaanya, maka ia adalah manusia yang tegar terhadap setiap ujian atas perubahan yang dilakukannya, tidak berkompromi dengan rasa malas, tidak berteman dengan pengaggum masa lalu, introvert dan sepi dari tradisi berlomba lomba.
Nah apakah saya seorang revolusioner sejati ? pertanyaan ini lah yang mengganjal diri saya, atas semua perubahan yang terjadia pada diri saya dan apa apa saja yang telah saya lakukan terhadap lingkungan saya, apakah saya adalah seorang revolusioner ? Lantas bagaimana dengan anda ?apakah anda termasuk mereka yang sadar akan kehidupannya yang akan senantiasa berubah, dan tidak pernah menunggu sampai kita bisa, tapi berproses menuju sebuah perubahan secara terus menerus, sebab tiada yang abadi di dunia ini selain dari pada perubahan itu sendiri.
Written By Denie
Revolusioner berasal dari kata revolusi, yang berarti perubahan mendasar secara spontan, cepat, bersifat structural; dari sisi pengertian seperti ini maka makna yang dapat ditangkap dari kata revolusi adalah sebuah perubahan yang bersifat sporadic, cepat dan strategis. Dalam kurun waktu terdahulu, Nabi Muhammad SAW pernah melakukan revolusi yakni pada saat fathu Mekkah, penaklukan kota Mekkah, Perancis pada tahun yang berbeda mengalami revolusi atau perubahan secara dramatis dalam bidang sosio pembangunan dari agraria ke industri.
Dalam pengertian yang sederhana, revolusi selalu dihubungkan dengan waktu, semakin cepat perubahan yang dilakukan maka setidaknya itulah yang dipahami tentang revolusi. Dengan demikian, dalam perubahan dikenal dua istilah perubahan yang keduanya berkaitan dengan waktu, yaitu revolusi dan evolusi. Kedua istilah perubahan yang diperkenalkan ini memiliki limit waktu yang berbeda, yang pertama bergerak secara cepat sementara yang kedua bergerak lambat.
Hal yang ingin digarisbawahi dari kata revolusi atas seorang revolusioner adalah semangat menghargai waktu. Nah sekarang, coba tanyakan kepada semua orang tentang harga sebuah waktu. Tanyakan kepada pekerja harian pada sebuah perusahaan tentang makna sehari, tanyakan kepada penjaga rel kereta api, betapa bermaknanya satu jam bagi dirinya, tanyakan kepada mereka yang lolos dari sebuah kecelakaan yang merenggut banyak nyawa tentang betapa berharganya satu detik kehidupan mereka, atau tanyakan kepada seorang juara lari 100 m tentang berharganya waktu bagi mereka, seseorang yang mampu mengelola prestasi dalam hitungan detik, dalam hitungan waktu tertentu, maka tentulah mereka adalah seorang revolusioner sejati.
Lantas apa yang menyebabkan seseorang bisa berubah secara cepat ? misalnya dari sisi prilaku, yang tadinya nakal menjadi baik, sopan, dari yang sering menampakkan aurat jadi demikian santun menggunakan jilbab lebarnya, dari yang shalatnya di rumah kemudian berubah dan rajin sehingga shalat di masjid. Komitmen terhadap pilihan pilihan perubahannya. Sejarah Islam mengajarkan kepada kita tentang bagaimana seseorang itu berubah, dan kemudian bersikap istiqomah atau Bagaimana Bilal Bin Rabah yang masuk Islam dan kemudian bersikukuh mempertahankan ke Islamannya, atau Umar bin Khatab, ra yang masuk Islam dalam waktu yang sebentar hanya karena mendengar adiknya tengah membaca Al Qur’an, atau dalam kurun waktu yang berbeda juga terdapat orang orang yang terbilang sukses dalam melakukan perubahan diri secara signifikan. Di antara banyak pelajaran yang dapat diambil, di antaranya adalah sebagai berikut :
Pertama; Perubahan adalah sebuah pilihan. Jika kita sering mendengar istilah status qua, konservatif, stagnan, kolot; istilah ini tentunya tidak ada dalam kamus berpikir seorang revolusioner.Seorang revolusioner yang hendak melakukan perubahan pada dirinya, menyadari bahwa perubahan perubahan yang berlaku pada dirinya adalah sesuatu hal yang dinamis, terus bergerak ke berbagai sector kehidupan, sekalipun hal hal yang bersifat prinsip tidak dilanggarnya.
Perubahan bagi seorang revolusioner adalah bahwa hari ini harus selalu jauh lebih baik dari hari sebelumnya, di sini lah cirri cirri seorang revolusioner, di mana ia selalu dinamis dalam menghadapi setiap persoalan hidup, baginya perubahan adalah proses bukan sebuah tujuan. Dan semua ini adalah sebuah pilihan sadar, sebuah pilihan yang mengandung banyak resiko diskriminasi social, pemenjaraan bahkan kematian adalah resiko sebuah perubahan bagi dirinya.
Kedua; Perubahan adalah sebuah proses. Dalam catatan berpikir seorang revolusioner, perubahan yang dilakukannya adalah sebuah proses, proses menjadi sesuatu yang jauh lebih baik, tidak penting menjadi apa, namun selama kebaikan menjadi hasil dari proses yang dilakukan maka itu jauh dari cukup.
Seorang revolusioner memandang bahwa perubahan yang dilakukan bukanlah pekerjaan singkat, sehingga ia bersungguh sungguh dalam meng-upgrade diri, berinteraksi dengan aktivitas kebaikan, dan terus menerus melakukan perubahan.
Ketiga, Seorang revolusioner adalah pembelajar sejati. Pembelajar sejati adalah seseorang yang senantiasa berpikir dan berikhtiar dalam melakukan banyak agenda perubahan, baginya menuntut ilmu tidaklah sebatas kebutuhan formal untuk sekedar diakui oleh lingkungan social, Melainkan bahwa pembelajar sejati itu adalah mereka yang berhasil memformat diri secara terus menerus untuk melakukan sebuah proses perubahan. Pembelajar sejati tidaklah selalu dimaknai dengan banyaknya buku bacaan di rumah, melainkan seberapa besar interaksinya dengan ilmu pengetahuan, termasuk di dalamnya berinteraksi dengan buku.
Keempat, revolusioner adalah seorang yang paham akan potensinya. Diri seorang revolusioner terlepas dari sisi kemanusiaanya, maka ia adalah manusia yang tegar terhadap setiap ujian atas perubahan yang dilakukannya, tidak berkompromi dengan rasa malas, tidak berteman dengan pengaggum masa lalu, introvert dan sepi dari tradisi berlomba lomba.
Nah apakah saya seorang revolusioner sejati ? pertanyaan ini lah yang mengganjal diri saya, atas semua perubahan yang terjadia pada diri saya dan apa apa saja yang telah saya lakukan terhadap lingkungan saya, apakah saya adalah seorang revolusioner ? Lantas bagaimana dengan anda ?apakah anda termasuk mereka yang sadar akan kehidupannya yang akan senantiasa berubah, dan tidak pernah menunggu sampai kita bisa, tapi berproses menuju sebuah perubahan secara terus menerus, sebab tiada yang abadi di dunia ini selain dari pada perubahan itu sendiri.
Written By Denie
Label:
Revolusioner
Agustus 11, 2008
PEDOMAN AKTIVIS REVOLUSIONER
CIRI-CIRI SEORANG REVOLUSIONER
1.Mengapa kita perlu merubah diri kita menjadi seorang revolusioner ?
Sebagai seorang revolusioner, kita perlu mengabdikan pikiran-pikiran, emosi dan perbuatan-perbuatan kita kepada kepentingan perjuangan demokrasi sejati di Indonesia. Tapi masing-masing kita dan setiap orang diantara kita masih membawa pikiran-pikiran, sikap-sikap dan kebiasaan-kebiasaan lama dari masyarakat bobrok yang ada sekarang ini. Kita tumbuh dalam masyarakat yang tindas dan dihisap oleh kapitalisme. Sampai hari ini, kita masih dipengaruhi oleh gagasan-gagasan bobrok atau parsangka-parangka borjuasi dari masyarakat kini. Karena itulah, mengapa perlu bagi setiap mereka yang revolusioner merubah dirinya sendiri.
Kita harus mengubah diri kita sendiri melalui perjuangan revoluioner secara aktif, dan dengan kesadaran didalam perjuangan, kita melawan ide-ide, sikap-sikap dan kebiasaan-kebiasaan keliru. Apabila kita terus melaksanakan tugas-tugas kita, maka sesungguhnya kita sedang membentuk watak kita sendiri di tengah-tengah badai perjuang kita melawan musuh-musuh rakyat. Semakin dalam dan jauh, maka kita akan menjadi teguh dan cakap dalam perjuangan. Mengubah diri sendiri tidaklah hanya berhenti hanya dalam beberapa jam atau hari saja. Ia adalah perjuangan yang lama dan sulit. Karena itulah mengapa kita perlu terus-menerus berusaha keras menghilangkan pengaruh masyarakat bobrok yang masih melekat. Hanya dengan cara demikianlah kita dapat melaksanakan tugas-tugas revolusioner kita lebih baik, dan ketetapan hati kita makin teguh dalam menggelorakan perjuangan demokrasi sejati sampai kemenangan sosialisme. Kita mengubah diri kita untuk memperkuat watak-watak dasar seorang revolusioner, yakni:
* Bersungguh-sungguh, hati-hati dan bergairah dalam perjuangan.
* Siap dan tanpa rasa takut menghadapi pengorbanan dan kematian
* Bersatu dan hangat bersahabat dengan kawan-kawan revolusioner lain.
* Berani menerima kritik dan bersedia memperbaiki kesalahan dan kelemahan.
2.Bagaimana seorang revolusioner memandang tugas dan tanggung-jawabnya dalam revolusi?
Seorang revolusioner memandang dan menghargai tugas-tugas dan tanggung jawabnya secara penuh dalam perjuangan. Ia tahu bahwa tugas-tugas dan tanggung jawab-tanggung jawab revolusionernya merupakan bagian dari tugas besar membebaskan rakyat dari belenggu pengisapan dan penindasan. Melaksanakan pekerjaan-pekerjaan dan tanggung jawab-tanggung jawab dengan penuh menyadari betapa pentingnya, berarti menjunjung kepentingan rakyat Indonesia.
Apa tanda-tanda bahwa seorang revolusioner melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh tahu arti pentingnya? Ia bersungguh-sungguh dan bersemangat ketika sedang melaksanakan tugasnya. Ia merasa gembira, antusias dan bergairah dalam perjuangan. Ia selalu siap dan bersedia menjalankan tugas yang perlu untuk memajukan perjuangan revolusi demokratik.
Seorang revolusioner selalu bersungguh-sungguh dalam pekerjaannya. Baginya, prioritas pertama adalah menuntaskan pekerjaan dan tanggung jawabnya. Ia menawarkan cara kerja yang bergairah dan teratur, tidak ceroboh, dan tergesa-gesa, asal-asalan dalam berjuang. Ia selalu belajar, menemukan cara mengatasi masalah, dan mengerjakan tugas-tugasnya sebaik yang bisa dilakukan.
Seorang revolusioner adalah pelopor yang dalam semangatnya dan hasrat yang meluap dalam perjuangan. Pikiran-pikiran dan tindakan-tindakan seorang revolusioner maju kedepan, karena setiap tindakan dan langkah merupakan sumbangan bagi masa depan yang lebih cerah. Ia tidak merasa lemah dan gampang meyerah pada saat menghadapi masalah dan penderitaan dalam perjuangan. Semangat militannya selalu tinggi dan ia selalu siap untuk melawan. Ia selalu merebut dan menguasai kondisi-kondisi dan kesempatan-kesempatan dalam perjuangan revolusioner. Itulah sebabnya, mempunyai inisiatif merupakan tanda seorang yang revolusioner. Ia memiliki insiatif tidak saja dalam menuntaskan tugas-tugas dan tanggung jawabnya, tetapi bahkan di dalam tugas-tugas yang lain ia berpikir perlunya perhatian segera.
Seorang revolusioner senantiasa siap memenuhi tugas-tugas dan tanggung jawab-tanggung jawab. Ia menerima setiap tugas yang diberikan padanya, dan tidak menghitung ongkos dan beban, atau kesulitan-kesulitan dan pengorbanan-pengorbanan yang harus dia lalui dalam mengerjakan tugas. Ia tidak memilih pekerjaanya karena pamrih kesenangan dan pujian bagi dirinya
3.Apakah sikap yang tepat terhadap penderitaan, pengorbanan dan kematian?
Seorang revolusioner mengakui fakta bahwa penderitaan, pengorbanan, dan kematian tidak dapat dicegah dalam membebaskan rakyat. Hal ini adalah alamiah dalam pertarungan keras antara rakyat dan kelas penguasa. Hal ini adalah alamiah dalam suatu revolusi menggulingkan imperialisme Amerika, sisa-sisa feodalisme dan kapitalis birokrat. Dan tidak saja alamiah, sebab hal-hal seperti ini diperlukan untuk merebut dan melindungi kepentingan rakyat dan revolusi. Ia adalah tabungan yang perlu untuk menghapuskan penindasan dan penghisapan, dan mendirikan sebuah masyarakat yang berlandaskan demokrasi yang sejati.
Seorang revolusioner siap menderita dan berkorban, dan bahkan mati demi perjuangan. Penderitaan seorang revolusioner adalah pantas karena ini demi kemenangan revolusi. Ia mengetahui bahwa segera kita menyaksikan fajar kemenangan yang telah lama kita tunggu. Ditengah-tengah bahaya dan penindasan, kesiapan untuk berkorban dan mati akan memberikan keteguhan dan keberanian kepada seorang revolusioner untuk memelihara dan berjuang untuk kepentingan rakyat dan revolusi.
Keberanian seorang revolusioner adalah sadar. Ia mencegah pengorbanan dan kematian yang tidak perlu. Ia tidak membahayakan dirinya sendiri hanya karena ia siap untuk mati. Ia melindungi hidupnya dan menjaga massa, kawan-kawan revolusionernya dan organisasi.
1.Mengapa kita perlu merubah diri kita menjadi seorang revolusioner ?
Sebagai seorang revolusioner, kita perlu mengabdikan pikiran-pikiran, emosi dan perbuatan-perbuatan kita kepada kepentingan perjuangan demokrasi sejati di Indonesia. Tapi masing-masing kita dan setiap orang diantara kita masih membawa pikiran-pikiran, sikap-sikap dan kebiasaan-kebiasaan lama dari masyarakat bobrok yang ada sekarang ini. Kita tumbuh dalam masyarakat yang tindas dan dihisap oleh kapitalisme. Sampai hari ini, kita masih dipengaruhi oleh gagasan-gagasan bobrok atau parsangka-parangka borjuasi dari masyarakat kini. Karena itulah, mengapa perlu bagi setiap mereka yang revolusioner merubah dirinya sendiri.
Kita harus mengubah diri kita sendiri melalui perjuangan revoluioner secara aktif, dan dengan kesadaran didalam perjuangan, kita melawan ide-ide, sikap-sikap dan kebiasaan-kebiasaan keliru. Apabila kita terus melaksanakan tugas-tugas kita, maka sesungguhnya kita sedang membentuk watak kita sendiri di tengah-tengah badai perjuang kita melawan musuh-musuh rakyat. Semakin dalam dan jauh, maka kita akan menjadi teguh dan cakap dalam perjuangan. Mengubah diri sendiri tidaklah hanya berhenti hanya dalam beberapa jam atau hari saja. Ia adalah perjuangan yang lama dan sulit. Karena itulah mengapa kita perlu terus-menerus berusaha keras menghilangkan pengaruh masyarakat bobrok yang masih melekat. Hanya dengan cara demikianlah kita dapat melaksanakan tugas-tugas revolusioner kita lebih baik, dan ketetapan hati kita makin teguh dalam menggelorakan perjuangan demokrasi sejati sampai kemenangan sosialisme. Kita mengubah diri kita untuk memperkuat watak-watak dasar seorang revolusioner, yakni:
* Bersungguh-sungguh, hati-hati dan bergairah dalam perjuangan.
* Siap dan tanpa rasa takut menghadapi pengorbanan dan kematian
* Bersatu dan hangat bersahabat dengan kawan-kawan revolusioner lain.
* Berani menerima kritik dan bersedia memperbaiki kesalahan dan kelemahan.
2.Bagaimana seorang revolusioner memandang tugas dan tanggung-jawabnya dalam revolusi?
Seorang revolusioner memandang dan menghargai tugas-tugas dan tanggung jawabnya secara penuh dalam perjuangan. Ia tahu bahwa tugas-tugas dan tanggung jawab-tanggung jawab revolusionernya merupakan bagian dari tugas besar membebaskan rakyat dari belenggu pengisapan dan penindasan. Melaksanakan pekerjaan-pekerjaan dan tanggung jawab-tanggung jawab dengan penuh menyadari betapa pentingnya, berarti menjunjung kepentingan rakyat Indonesia.
Apa tanda-tanda bahwa seorang revolusioner melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh tahu arti pentingnya? Ia bersungguh-sungguh dan bersemangat ketika sedang melaksanakan tugasnya. Ia merasa gembira, antusias dan bergairah dalam perjuangan. Ia selalu siap dan bersedia menjalankan tugas yang perlu untuk memajukan perjuangan revolusi demokratik.
Seorang revolusioner selalu bersungguh-sungguh dalam pekerjaannya. Baginya, prioritas pertama adalah menuntaskan pekerjaan dan tanggung jawabnya. Ia menawarkan cara kerja yang bergairah dan teratur, tidak ceroboh, dan tergesa-gesa, asal-asalan dalam berjuang. Ia selalu belajar, menemukan cara mengatasi masalah, dan mengerjakan tugas-tugasnya sebaik yang bisa dilakukan.
Seorang revolusioner adalah pelopor yang dalam semangatnya dan hasrat yang meluap dalam perjuangan. Pikiran-pikiran dan tindakan-tindakan seorang revolusioner maju kedepan, karena setiap tindakan dan langkah merupakan sumbangan bagi masa depan yang lebih cerah. Ia tidak merasa lemah dan gampang meyerah pada saat menghadapi masalah dan penderitaan dalam perjuangan. Semangat militannya selalu tinggi dan ia selalu siap untuk melawan. Ia selalu merebut dan menguasai kondisi-kondisi dan kesempatan-kesempatan dalam perjuangan revolusioner. Itulah sebabnya, mempunyai inisiatif merupakan tanda seorang yang revolusioner. Ia memiliki insiatif tidak saja dalam menuntaskan tugas-tugas dan tanggung jawabnya, tetapi bahkan di dalam tugas-tugas yang lain ia berpikir perlunya perhatian segera.
Seorang revolusioner senantiasa siap memenuhi tugas-tugas dan tanggung jawab-tanggung jawab. Ia menerima setiap tugas yang diberikan padanya, dan tidak menghitung ongkos dan beban, atau kesulitan-kesulitan dan pengorbanan-pengorbanan yang harus dia lalui dalam mengerjakan tugas. Ia tidak memilih pekerjaanya karena pamrih kesenangan dan pujian bagi dirinya
3.Apakah sikap yang tepat terhadap penderitaan, pengorbanan dan kematian?
Seorang revolusioner mengakui fakta bahwa penderitaan, pengorbanan, dan kematian tidak dapat dicegah dalam membebaskan rakyat. Hal ini adalah alamiah dalam pertarungan keras antara rakyat dan kelas penguasa. Hal ini adalah alamiah dalam suatu revolusi menggulingkan imperialisme Amerika, sisa-sisa feodalisme dan kapitalis birokrat. Dan tidak saja alamiah, sebab hal-hal seperti ini diperlukan untuk merebut dan melindungi kepentingan rakyat dan revolusi. Ia adalah tabungan yang perlu untuk menghapuskan penindasan dan penghisapan, dan mendirikan sebuah masyarakat yang berlandaskan demokrasi yang sejati.
Seorang revolusioner siap menderita dan berkorban, dan bahkan mati demi perjuangan. Penderitaan seorang revolusioner adalah pantas karena ini demi kemenangan revolusi. Ia mengetahui bahwa segera kita menyaksikan fajar kemenangan yang telah lama kita tunggu. Ditengah-tengah bahaya dan penindasan, kesiapan untuk berkorban dan mati akan memberikan keteguhan dan keberanian kepada seorang revolusioner untuk memelihara dan berjuang untuk kepentingan rakyat dan revolusi.
Keberanian seorang revolusioner adalah sadar. Ia mencegah pengorbanan dan kematian yang tidak perlu. Ia tidak membahayakan dirinya sendiri hanya karena ia siap untuk mati. Ia melindungi hidupnya dan menjaga massa, kawan-kawan revolusionernya dan organisasi.
Label:
Revolusioner
Langganan:
Postingan (Atom)
